Matahari yang datang menyinari hari-hari ini bagaikan kasih sayang mereka yang begitu menghangatkan jiwa yang rapuh ini. Jiwa ini butuh kasih sayang mereka, perhatian mereka, belas kasihan mereka, dan mereka ada untuk itu.
Aku pernah berfikir jika terlahirnya aku tanpa mereka dalam hidupku akan menjadi sebuah lembaran kehidupan yang hampa akan rasa, gelap akan cahaya. Menyayangi mereka adalah harta dan kesempatan yang paling aku tunggu seumur hidupku karena ketika melihat wajah yang mulai menua, air mata ini seolah ingin berjalan mengarungi wajahku yang begitu mencintai mereka. Seorang Cily bukanlah gadis yang kuat tanpa sentuhan mereka, bukanlah seorang gadis yang ceria tanpa canda tawa mereka, bukanlah gadis yang mandiri tanpa bimbingan mereka. Aku sangat ingin menghabiskan waktu-waktu yang ada padaku dengan membahagiakan mereka, tiap detik, tiap menit, tiap jam, bahkan seluruh hidupku hanya untuk mengukir senyuman dalam wajah yang mulai menua.
Kantong mata yang terlihat mulai membesar, wajah yang mulai melemah, mata yang mulai menyayu, tulang pipi yang mulai keriput, bahu yang mulai membongkok, tenaga yang mulai berkurang, gigi yang mulai rapuh, tubuh yang mulai menunjukkan kelemahan........
Mama.... Papa....
Setiap kali aku bertemu Tuhan dalam setiap doaku, aku selalu meminta Tuhan untuk membiarkan kalian tetap hidup sebelum aku yang pergi meninggalkan kalian. Berat rasanya ditinggalkan orang-orang yang sangat berarti dan mempunyai andil besar dalam proses bertumbuh dan berkembangnya aku. Tidak pernah aku bayangkan jika aku hidup tanpa kalian, karena aku memang tak pernah mau membayangkan hal apa yang aku tidak inginkan terjadi dalam hidupku.
Mama... Papa...
Andaikan kalian tau aku bekerja untuk siapa, aku tersenyum untuk siapa, aku kuat untuk siapa, aku bertahan hidup untuk siapa, aku tegar untuk siapa, aku berbesar hati untuk siapa.....
Semua.. ya... semuanya untuk kalian dan untuk Sang Pemilik kehidupan ini.
Ma... Pa... Jangan biarkan aku melihat sedetik pun kalian melemah, karena semangatku adalah melihat kalian selalu tersenyum, selalu bersama tertawa, selalu bergandengan menjalani hidup bersama kami, anak-anakmu. Dan aku, sampai kapanpun, akan selalu menjaga kehormatan, kebenaran, dan kasih sayang yang telah kalian ajarkan untuk selalu kutaburkan di setiap taman yang aku lalui.
Mama.. Papa... Kalian bukan hanya hadiah yang Tuhan berikan kepadaku, melainkan anugerah terindah yang ada dalam hidupku. Takkan pernah aku melepaskan dan memberikan pada orang lain bahkan ini akan selalu aku genggam, hingga aku mati, dan kelak kita akan bertemu di rumah kekal kita bersama Sang Pemilik kehidupan kita.
Love u both....
-Your Daughter-
Cily
Tidak ada komentar:
Posting Komentar